Pemerintah Desa Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung menginovasi kegiatan dana desanya dengan menghadirkan pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa prodi fisioterapi Undhira Bali dengan tematik sosialisasi dan pelayanan fisioterapi, 17 – 19 November 2017 yang dipusatkan di Br. Aseman Kangin.

Kepala Desa Tibubeneng I Made Kamajaya, SE di hadapan 4 orang dosen serta 75 orang mahasiswa serta jajaran lembaga desa menyatakan bahwa, kegiatan kefisioterapian sebagai bagian dari upaya membudayakan hidup sehat masyarakat yang terkait dengan optimalisasi fungsi dan normalisasi gerakan tubuh manusia. Sangat diperlukan kerjasama dengan pihak perguruan tinggi sehingga masyarakat menjadi terbiasa dengan edukasi dan pelayanan kesehatan berdasarkan keilmuan. Selain itu masyarakat merasakan langsung pemanfaatan dana desa yang telah dianggarkan dalam APBDes tahun 2017.

Kaprodi Fisioterapi Undhira A.Triwahyudi, M.Erg saat menyampaikan sambutannya menginformasikan bahwa kegiatan penmas seperti ini sebagai kegiatan baru karena selama ini semua penmas prodi inisiatifnya berasal dari pihak kampus sedangkan penmas di Tibubeneng inovasinya oleh pemerintahan desa, serta kepanitiaannya dilola oleh keduabelah pihak.

Kegiatan penmas ini diawali dengan Sosialisasi Pengenalan Kefisioterapian oleh dosen I Gede Arya Sena, M.Kes dan selanjutnya dilakukan pelayanan gratis fisioterapi oleh dosen dan mahasiswa semester akhir pada hari sabtu dan minggu (18-19/11/17). Capaian yang hendak diraih adalah dapat melayani dan mengedukasi masyarakat sebanyak 100 orang dari tiga banjar yang ada yakni br. Padonan, br. Tandeg dan br. Berawa, mulai usia dini sampai lanjut usia untuk keluhan-keluhan fungsi dan gerak tubuh terkait dengan muskuloskeletal, neuromuskuler, kardiopulmonal-respirasi, kesehatan wanita, olah raga dan ergonomi, dan juga sebahagian masyarakat bisa memahami pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif.

Layanan Fisioterapi Undhira di Desa Tibubeneng